Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi memperketat aturan registrasi kartu perdana prabayar di Indonesia. Kebijakan terbaru mewajibkan adanya verifikasi biometrik berupa pengenalan wajah (face recognition) secara real-time yang dicocokkan langsung dengan database kependudukan nasional di Ditjen Dukcapil Kemendagri demi menekan angka penipuan siber dan penyalahgunaan identitas secara ilegal.
Berikut adalah tata cara registrasi kartu perdana prabayar terbaru untuk masing-masing operator seluler utama di Indonesia:
Panduan Registrasi Kartu Perdana per Operator
1. Telkomsel (Telkomsel PraBayar & Halo)
Proses registrasi mandiri berbasis biometrik untuk nomor Telkomsel dapat diselesaikan melalui langkah-langkah berikut:
- Buka browser di ponsel dan masuk ke situs resmi tsel.id/registrasi.
- Masukkan nomor perdana Telkomsel yang akan diaktifkan.
- Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) Anda.
- Klik tombol verifikasi wajah. Kamera depan ponsel Anda akan aktif.
- Ambil foto wajah sesuai panduan di layar (pastikan pencahayaan cukup dan wajah terlihat jelas).
- Tunggu proses validasi sistem Dukcapil. Setelah sukses, Anda akan menerima SMS notifikasi bahwa kartu telah aktif.
2. Indosat Ooredoo Hutchison (IM3)
Bagi pengguna kartu perdana IM3 prabayar baru, proses pendaftaran wajah mandiri mengikuti langkah di bawah ini:
- Akses halaman registrasi mandiri di tautan resmi ioh.co.id/ID/biometrik.
- Pilih opsi menu "Registrasi Nomor Prabayar Berbasis Biometrik".
- Masukkan nomor IM3 baru Anda, lalu lakukan verifikasi kode OTP yang dikirim sistem.
- Masukkan NIK yang valid sesuai e-KTP Anda.
- Ikuti instruksi face recognition untuk memindai wajah Anda menggunakan kamera depan ponsel.
- Jika pencocokan data berhasil, kartu IM3 Anda langsung aktif dan siap digunakan.
3. Tri (3)
Sama halnya dengan IM3, Tri memanfaatkan platform terintegrasi IOH untuk verifikasi wajah prabayar:
- Masuk ke laman resmi registrasi Tri di ioh.co.id/ID/biometrik.
- Pilih menu layanan registrasi prabayar berbasis biometrik.
- Masukkan nomor kartu Tri baru Anda beserta kode OTP yang Anda terima melalui SMS/ponsel.
- Input NIK pelanggan yang terdaftar.
- Posisikan wajah tepat di area pemindaian kamera depan. Hindari menggunakan masker, topi, atau kacamata hitam.
- Tunggu konfirmasi keberhasilan yang dikirimkan langsung melalui SMS.
4. XL Axiata & Axis
Bagi Anda yang mengaktifkan kartu perdana XL prabayar maupun kartu AXIS, ikuti tata cara registrasi berikut:
- Kunjungi situs resmi registrasi XL/Axis di registrasi.xl.co.id/ulang (atau dapat juga diakses secara praktis melalui aplikasi MyXL atau AXISNet).
- Masukkan nomor HP baru Anda dan lakukan validasi menggunakan kode verifikasi (OTP) yang dikirimkan.
- Masukkan NIK e-KTP Anda yang valid.
- Berikan izin akses kamera pada browser atau aplikasi untuk mulai melakukan verifikasi wajah.
- Lakukan pemindaian wajah dengan posisi tegak, mata terbuka, dan berada di ruangan dengan pencahayaan terang.
- Sistem akan mencocokkan wajah Anda secara real-time dengan database Dukcapil. Kartu akan segera aktif begitu validasi sukses.
5. Smartfren
Untuk mengaktifkan kartu perdana Smartfren prabayar secara mandiri dengan verifikasi wajah, ikuti langkah berikut:
- Buka aplikasi MySmartfren di smartphone Anda atau kunjungi portal registrasi resmi Smartfren di my.smartfren.com.
- Pilih menu "Aktivasi Kartu Perdana Baru / Biometrik".
- Masukkan nomor Smartfren baru Anda dan data NIK e-KTP.
- Lakukan proses pemindaian wajah (face recognition) menggunakan kamera depan ponsel Anda.
- Pastikan posisi wajah presisi dan ikuti instruksi berkedip hingga sistem memberikan notifikasi bahwa verifikasi berhasil dan layanan seluler siap digunakan.
Tips Menghindari Gagal Verifikasi Wajah (Face Recognition)
Untuk menjamin proses registrasi berjalan lancar dalam sekali coba, pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut:
- Pencahayaan yang Optimal: Cari area atau ruangan dengan cahaya terang alami agar sensor kamera depan dapat mendeteksi detail kontur wajah Anda dengan jelas.
- Lepas Aksesoris: Lepaskan kacamata hitam, masker, topi, atau kerudung penutup wajah sebagian agar tidak menghalangi proses pengenalan struktur wajah.
- Liveness Test: Ikuti gerakan instruksi seperti berkedip atau mengangguk perlahan untuk meyakinkan sistem deteksi kehidupan (liveness) bahwa Anda adalah orang asli yang hadir secara fisik.